Jumat, 19 November 2010

Global HIV/AIDS

Beberapa tahun ini kita selalu dikejutkan dengan semakin meningkatnya tingkat HIV/AIDS. Sebenernya jika kita tahu HIV/AIDS terkadang tidak menyebabkan kematian secara langsung hanya dalm prosesnya mereka akan membuka peluang untuk berbagai infeksi penyerta seperti TBC, pneumoni, influenza, dll. Badan statistik Afrika Selatan melaporkan, TB menyebabkan 7.500 kematian pada pengidap HIV atau hampir 50 persen selama tahun 2008. Peringkat berikutnya ditempati pneumonia dan influenza, yang menyebabkan 45.600 kematian pada tahun yang sama. Memang tingkat HIV di dunia memang cukup besar, terutama di afirika memang sangat tinggi. Berdasar data yang ada outbreak HIV/AIDS di Afrika Selatan diyakini telah mencapai puncak pada tahun 2006, kenaikan angka kematian pengidap HIV/AIDS kembali menunjukkan peningkatan pada tahun 2008. Peningkatannya tersebut cukup signifikan, dari 13.561 pada tahun 2007 menjadi 15.097 pada 2008. Angka ini cukup tinggi dibandingkan angka kematian secara umum. Statistik mencatat angka kematian di negara ini mencapai 592.073 selama tahun 2008, sebagian besar karena sebab-sebab alami dan hanya 52.950 yang tidak alami misalnya karena sakit dan kecelakaan. Ini memang hal yang sudah ada sejak 1997 dimana kematian karena TB sangat banyak disbanding karena penyebab lain.

Walau dalam beberapa tahun ini kematian pengidap HIV/AIDS cukup tinggi,Penyakit ini belum ada data yang menyebutkan bahawa karena murni HIV, dan biasanya data yang ada di beberapa Negara bahwa selalu diikuti adanya infeksi penyerta. Namun infeksi HIV bisa menyebabkan tubuh kehilangan sistem imunitas, sehingga membuka peluang masuknya berbagai infeksi penyerta termasuk TB dalam hal ini. Tanpa ada sistem kekebalan tubuh, infeksi sekecil apapun akan mudah menyebabkan kematian. Dalam prosesnya biasanya gejala awal muncul terkadang mirip dengan flu atau infeksi virus sedang. Sign and symptom awal dari HIV termasuk demam, sakit kepala, terasa lelah, mual, diare dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau pangkal paha, dan beberapa gejala dan tanda lain.

Center for Disease Control (CDC)
menyebutkan ada beberapa gejala yang menunjukkan stadium lanjut dari HIV yaitu:
  1. Kehilangan berat badan dengan cepat tanpa adanya alasan
  2. Batuk kering
  3. Demam berulang atau berkeringat saat malam hari
  4. Kelelahan
  5. Diare yang lebih dari seminggu
  6. Kehilangan memori
  7. Depresi dan juga gangguan saraf lainnya.

HIV didapat karena seringnya melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu dan gonta ganti pasangan  pasangan seks tanpa menggunakan kondom atau safety, dan juga terjadi penularan biasanya pada orang-orang yang memakai narkoba sebab sering bergantian menggunakan jarum suntik. Sebenarnya, HIV  dapat menular menular melalui:
  1. Hubungan kelamin dan hubungan seks oral atau melalui anus
  2. Darah (Tarnfusi)
  3. Penggunaan bersama jarum terkontaminasi melalui injeksi obat dan dalam perawatan kesehatan
  4. Dari ibunya ke bayinya selama hamil, kelahiran dan saat menyusui.





Dalam hal ini memang dapat menjadikan perhatian tentang pengendalian HIV/AIDS di dunia, di Indonesia pun tingkat HIV sangat tinggi juga daoat kita lihat kawasan yang ada Asia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar